Kategori
Tutorial WordPress

3 Cara Backup WordPress Mudah dan Gratis

Memiliki backup merupakan garansi akan keamanan data website Anda!

Pernahkah Anda mengalami kegagalan ketika melakukan pembaharuan WordPress, plugin, atau tema ke versi yang terbaru? Atau pernahkah website Anda disusupi oleh peretas?

Kalau pernah, Anda pasti sudah paham akan pentingnya sebuah backup, kalau belum pernah, sebaiknya Anda lanjutkan membaca dan pahami seberapa pentingnya memiliki backup dari website Anda.

Sebenarnya, cara backup WordPress itu sangatlah mudah dan juga gratis. Tapi, masih sangat banyak pengguna WordPress yang belum paham.

Belum paham bagaimana caranya, belum paham untuk apanya, dan mungkin juga belum paham seberapa pentingnya memiliki backup untuk website.

Untuk itu, silahkan Anda gunakan tautan di bawah ini untuk langsung menuju topik yang ingin Anda baca terlebih dahulu.

Apa Itu Backup WordPress?

Backup WordPress atau cadangan WordPress, sesuai dengan namanya adalah cadangan atau salinan dari website WordPress Anda. Cadangan inilah yang biasanya digunakan untuk mengembalikan atau me-restore website WordPress Anda apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Backup ini biasanya terdiri dari folder dan file yang penting dan juga database. Folder yang paling penting adalah wp-content, di dalamnya terdiri dari data gambar-gambar yang Anda unggah, tema, plugin, dan beberapa file penting lainnya.

3 Cara Backup WordPress Mudah dan Gratis
Isi folder wp-content

Sedangkan database adalah tempat untuk menyimpan semua data artikel, halaman, pengaturan, dan lain sebagainya. Apabila Anda kehilangan database, maka Anda akan kehilangan semua artikel atau halaman yang sudah pernah Anda buat.

Mengapa Harus Memiliki Backup WordPress?

Setelah Anda membaca pengertian dari backup WordPress di atas, seharusnya sudah mulai terbayang oleh Anda seberapa penting memiliki cadangan atau backup website WordPress Anda.

Backup adalah garansi keamanan website Anda. Ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Anda tetap mempunyai salinan dan bisa dengan mudah Anda kembalikan ke versi yang masih baik-baik saja.

Beberapa kondisi di bawah ini tidak bisa Anda prediksi kapan akan terjadi pada website Anda:

  1. Gagal melakukan pembaharuan WordPress ke versi terbaru.
  2. Website Anda disusupi peretas dan merusak website Anda.
  3. Berhasil memperbaharui WordPress, namun terjadi error dikarenakan tema atau plugin yang belum mendukung versi WordPress terbaru.
  4. Kegagalan sistem pada web hosting yang Anda gunakan.

Anda akan sangat bersyukur memiliki backup ketika salah satu dari kondisi tidak terprediksi di atas ini terjadi pada website Anda.

Cara Backup WordPress

Ada beberapa cara untuk mencadangkan website WordPress.

Dari mulai menggunakan fitur yang disediakan oleh web hosting (cPanel) Anda, menggunakan plugin gratis, atau dengan cara manual. Anda bisa menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan Anda atau cara yang menurut Anda mudah.

Backup WordPress Melalui cPanel

Apabila Anda menggunakan layanan shared hosting, penyedia web hosting pasti akan menyediakan akses cPanel untuk Anda. cPanel ini adalah tempat untuk Anda mengatur web hosting yang Anda gunakan, salah satu fitur dari cPanel adalah backup.

Untuk menggunakan fitur ini, pertama Anda harus masuk ke dalam cPanel, kemudian Anda cari menu Backup.

Cara backup WordPress melalui cPanel
Menu Backup

Di dalam halaman ini, Anda diberi 2 pilihan:

Full Backups

Full Backups ini berfungsi untuk mengunduh keseluruhan dari isi web hosting Anda.

Bukan hanya folder yang berisikan data website Anda saja, tapi semua isinya, termasuk file dan folder yang mungkin tidak Anda butuhkan. Selain itu, salah satu data yang sangat penting yaitu database juga termasuk ke dalam backup ini.

Partial Backups

Berbeda dengan Full Backups, tipe backup ini memungkinkan Anda untuk mengunduh data penting yang ada di web hosting Anda dan juga database secara terpisah.

Apabila menurut anda mencadangkan website melalui cPanel ini sesuai dengan kebutuhan Anda, saya sarankan Anda gunakan Partial Backup.

Karena, apabila Anda ingin mengembalikan atau restore website Anda yang mungkin rusak ke versi yang masih bersih atau baik-baik saja. Bisa dengan mudah Anda unggah menggunakan form seperti gambar di bawah.

Form untuk mengembalikan atau restore backup.
Restore backup

Backup WordPress Menggunakan Plugin

Cara backup WordPress yang kedua adalah dengan menggunakan plugin sekaligus cara yang saya rekomendasikan. Mengapa begitu?

Karena ada 1 fitur yang akan sangat membantu, yaitu fitur penjadwalan atau schedule. Mengapa ini penting?

Karena Anda hanya perlu mengatur satu kali, kemudian plugin akan melakukan pencadangan berkali-kali sesuai dengan jadwal yang Anda atur.

Satu plugin yang akan saya jelaskan di bawah adalah plugin yang sudah sering saya gunakan sendiri terutama untuk website klien-klien saya.

Menggunakan Plugin BackWPup

Plugin ini merupakan salah satu plugin backup yang cukup populer, yang digunakan di lebih dari 700 ribu website WordPress di seluruh dunia.

Selain mudah pengaturannya, fitur yang terdapat dalam versi gratisnya sudahlah sangat cukup, salah satunya adalah Anda bisa mengirimkan hasil pencadangan ke Dropbox.

Tapi kekurangannya adalah plugin ini tidak menyediakan fitur untuk restore secara otomatis. Namun berdasarkan pengalaman saya, mengembalikan cadangan (restore) secara manual tanpa otomatisasi jauh lebih aman.

Instal & Pengaturan BackWPup

Cara menginstal plugin ini sama dengan plugin-plugin lainnya, silahkan Anda masuk ke menu Plugins > Add New kemudian Anda ketik BackWPup pada kotak pencarian di sebelah kanan atas. Setelah itu Anda tekan tombol Install Now kemudian Activate.

Cara instal plugin BackWPup
Instal BackWPup

Lalu, Anda akan melihat menu baru bernama BackWPup pada halaman admin WordPress, sorot menu ini dan klik pada menu Add new job untuk membuat pengaturan baru.

Pengaturan baru ini bertujuan untuk mengatur pengaturan backup dan penjadwalan sesuai dengan yang Anda inginkan.

1. General

BackWPup - Pengaturan general
BackWPup – Pengaturan General

Pengaturan pertama adalah General, pada pengaturan ini Anda hanya perlu fokus ke 2 pengaturan yaitu:

  1. Please name this job
    Beri nama pengaturan baru ini, bisa Anda namai misalkan Pencadangan Mingguan, apabila Anda ingin plugin ini melakukan pencadangan seminggu sekali.
  2. Where should your backup file be stored?
    Kemana pencadangan ini akan Anda simpan. Saya sarankan Anda menggunakan Dropbox, agar pencadangan dan website Anda berada di 2 tempat berbeda, lebih aman.

    Namun apabila Anda tidak ingin menyimpan di tempat pihak ketiga, Anda bisa memilih Backup to Folder, hasil pencadangan akan disimpan di wp-content/uploads/backwpups-xxx di dalam web hosting Anda.

2. Schedule

BackWPup - Pengaturan penjadwalan
BackWPup – Pengaturan Penjadwalan

Pengaturan ini adalah untuk mengatur jadwal pencadangan sesuai dengan yang Anda inginkan. Cara mengaturnya seperti ini:

  1. Start job
    Manually only adalah untuk Anda yang tidak ingin melakukan penjadwalan, jadi pencadangan hanya akan berjalan ketika Anda memerintahkan melakukan pencandangan secara manual.
    with WordPress cron adalah pilihan yang direkomendasikan untuk melakukan penjadwalan pencadangan. Fungsi ini merupakan fungsi bawaan dari WordPress.
  2. Schedule execution time
    Silahkan pilih basic pada Scheduler type, kemudian pada Scheduler Anda bisa memilih kapan pencadangan akan dilakukan, bisa sejam, sehari, seminggu, ataupun sebulan sekali.

3. DB Backup

Pengaturan ini bisa Anda biarkan seperti adanya saja, kalau Anda mau bisa Anda centang pada Backup file compression untuk mengkompresi data tersebut.

4. Files

BackWPup - Pengaturan file
BackWPup – Pengaturan File

Ini merupakan pengaturan keempat, di sini Anda bisa memilih file dan folder apa saja yang akan dimasukan ke dalam pencadangan.

Saya sarankan untuk mencentang wp-admin dan wp-includes untuk tidak disertakan dalam pencadangan, karena satu-satunya folder yang menyimpan data Anda adalah folder wp-content.

5. Plugins

Sama seperti DB Backup, pengaturan ini bisa Anda biarkan seperti adanya saja, kalau Anda mau, Anda bisa centang pada file compression untuk mengkompresi data tersebut.

6. To: Dropbox

BackWPup - Pengaturan Dropbox
BackWPup – Pengaturan Dropbox

Pengaturan kelima ini tergantung dari pengaturan Where should your backup file be stored? pada pengaturan General yang sudah Anda atur sebelumnya. Apabila Anda memilih Dropbox, maka judul pengaturannya menjadi To: Dropbox.

Apabila Anda belum memiliki akun Dropbox, Anda bisa melakukan pendaftaran melalui tautan ini.

Untuk pengaturan Dropbox, saya rekomendasikan menggunakan pilihan Full Access to Dropbox agar Anda bisa memilih folder sesuai dengan yang Anda inginkan.

Caranya, tekan tombol Get full Dropbox auth code, lalu Anda akan dialihkan ke halaman Dropbox, salin kode yang disediakan, kemudian kembali ke halaman pengaturan Dropbox, tempel kode tadi ke form yang disediakan.

Akses Dropbox
Tempat untuk menempelkan kode Dropbox.

Kemudian pada pengaturan Destination Folder, Anda bisa mengubahnya sesuai dengan keinginan Anda. Misalnya Anda ingin sesuaikan dengan nama website anda, contohnya /NamaWebsiteAnda/.

Setelah selesai, Anda bisa menekan tombol Save Changes untuk menyimpan pengaturan yang sudah Anda buat.

Pengaturan plugin BackWPup sudah selesai, plugin ini akan melakukan pencadangan sesuai dengan jadwal yang sudah Anda atur.

Apakah Anda kurang suka dengan editor baru WordPress, Gutenberg? Tenang, cara menonaktifkan Gutenberg sangatlah mudah.

Backup WordPress Secara Manual

Cara backup WordPress ketiga adalah cara yang membutuhkan lebih banyak usaha, melakukan pencadangan secara manual. Tidak sulit sebenarnya, tapi sama dengan cara pertama, kekurangannya adalah tidak bisa melakukan pencadangan secara terjadwal.

Apabila terjadi sesuatu semisal Anda tidak bisa menginstal plugin atau pencadangan melalui cPanel tidak bisa dilakukan, maka cara manual bisa menjadi solusi Anda.

Syarat utama melakukan pencadangan manual adalah Anda harus mempunyai akses ke dalam cPanel.

Pencadangan MySQL Database

Untuk melakukan pencadangan database, pertama Anda masuk dulu ke akun cPanel, kemudian Anda cari area Databases, lalu klik phpMyAdmin.

Cara backup WordPress secara manual
Menu phpMyAdmin pada cPanel

Setelah masuk ke halaman phpMyAdmin, klik pada nama database yang ingin Anda cadangkan di sebelah kiri. Lalu pilh menu Export.

Melakukan export database
Export database

Terakhir, Anda tinggal menekan tombol Go untuk mengunduh database. Simpan ditempat yang aman dan mudah Anda temukan, agar ketika Anda membutuhkannya, Anda tidak bingung mencari-carinya.

Pencadangan Data

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, seluruh data situs web Anda ada di dalam folder wp-content, maka dari itu Anda hanya perlu mencadangkan folder ini saja. Caranya, masuk dulu ke akun cPanel, lalu Anda cari dan tekan File Manager.

Menu File Manage pada cPanel
File Manager

Kemudian Anda pilih public_html, setelah itu Anda klik kanan lalu pilih Compress pada folder wp-content. Pilih Zip Archive, lalu tekan Compress File.

Terakhir Anda hanya perlu mengunduh file hasil kompresi tersebut.

Sama seperti database, simpan hasil pengunduhan tersebut di tempat yang aman dan mudah Anda temukan.

Kesimpulan

3 cara backup WordPress yang sudah saya jelaskan di atas mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tapi yang terpenting adalah sesuaikan dengan kebutuhan Anda atau cara termudah menurut Anda.

Namun, metode menggunakan plugin adalah cara yang paling mudah dan efisien menurut saya.

Ingat, mempunyai backup itu sangat penting sebagai garansi keamanan data website Anda, jangan sampai Anda melewatkannya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *